Biar Ku Kenalkan Diriku

Biar ku kenalkan diriku

Aku adalah gadis bertubuh mungil yang tak mudah bergaul

Aku tak mudah menyapa

Aku tak mudah tertawa bersama orang asing, orang yang baru ku kenal, bahkan terkadang dengan orang terdekat

Aku tak mudah merespon orang lain

Menjawab ceritanya, berekspresi atas kisah orang lain

Mungkin yang kalian lihat hanya aku yang berdeham atau hanya senyum tipis diwajahku

Aku bukan orang yang mudah berkata maaf

Aku akan mengatakan maaf apabila kita hanya berdua,

Aku bukan tak mau salah, tapi jangan permalukan aku di hadapan banyak orang

Pisahkan aku dan sang korban dan aku akan meminta maaf bahkan jika perlu berlutut

Berbeda dengan maaf, aku lebih mudah berterima kasih

Biar ku jelaskan mengapa aku begitu mempertahankan ‘wajahku’ di hadapan banyak orang

Karna aku tak begitu percaya diri, agak rendah diri maka ketika aku sedang senang, sedang bangga akan diriku

Mohon jangan permalukan aku, jika aku salah beritahu aku di tempat terpisah dan dengan cara yang baik

Aku akan memikirkannya

Dalam hal bergaul, aku bukan orang yang mudah bergaul

Aku akan lebih memilih duduk di sudut ruangan dan menyendiri

Maka jika kamu melihatku dan berniat mengajakku dalam kerumunanmu silahkan panggil aku

Meski aku introvert, aku berusaha tak menutup diriku atas lingkungan

Ajak aku dan rangkul aku,

Tapi aku mohon maaf apabila aku tak bisa selalu bergabung bersamamu

Aku punya alasan sendiri untuk itu

Kenali aku jika kamu ingin tau apa alasanku

Aku suka jalan-jalan

Aku suka bercanda

Hanya orang-orang yang begitu mengenalku yang akan mengerti bagaimana aku sebenarnya

Aku tak se-tertutup itu

Hanya saja aku tak pandai memulai

Sementara banyak orang diluar sana yang melihatku sekilas saja sudah mengira aku jutek

Mengira aku orang yang membosankan

Kadang aku sedih akan itu

Tapi setelah ku tulis disini, aku berpikir bahwa merekalah yang menyedihkan

Mereka yang tak mengenalku dan mereka yang tak tau tentang diriku, namun hanya menyimpulkan tampak luar saja..

Aku suka menulis dibanding bicara, maka ku tulis semuanya disini..

Aku tak pandai merangkai kata secara spontan

Aku penuh pemikiran, tak mudah membuat keputusan bagiku

Ya begitulah aku…

Sepertinya masih banyak yang belum kuceritakan tentang diriku..

Mungkin lain waktu..

Advertisements

Dia

Sudah lama sekali aku tak berhubungan dengannya, tak mendengar kabarnya, dan tak tau dimana dirinya

Namun suatu hari dia menghubungiku untuk suatu informasi dan aku dengan sengaja menanyakan kabarnya..

Sejak saat itu aku sering kepikiran dia, sering membayangkan dia dan sering mengkhayal..

Suatu hari yang lain, dia datang namun tak bertemu denganku.. Aku hanya dapat kabar bahwa dia datang ke tempatku

Aku ingin tau ada apa dia datang, dan aku menanyakan padanya lewat pesan singkat.. Dia menjelaskan hingga akhirnya merembet ke topik-topik lain..

Jauh waktu sebelum ini, hubungan kami cukup dengan seperti seorang mentor dengan anak asuhnya, tapi ada suatu momen yang menghentikan hubungan itu..

Aku jujur sangat bersemangat ketika kami kembali berbincang walau lewat pesan singkat.. Rasanya seperti bertemu teman lama.. Aku mengaguminya dulu (mungkin hingga sekarang)

Ada suatu hari di acara kebersamaan, aku melihatnya duduk dan aku langsung bisa menebak bahwa itu dia.. namun aku tak berani memanggil dan menyapanya..

Ketika aku sedang asyik berfoto dengan yang lain, ternyata dia sadar akan keberadaanku. Dia menghampiri dan menyapaku dengan kepitan lengannya di leherku..

Sontak saja aku kaget dan aku langsung mengenali bahwa itu dia … Jujur saja aku senang sekali dia menghampiriku dengan cara khas darinya..

Lalu dengan nekat ku ajak dia berfoto dan entah angin apa kami berfoto.. meski bukan berdua, tapi aku senang.. setelah 2 tahun aku mengenalnya, aku akhirnya punya foto pribadi bersamanya…

Aku ingat sekali tangannya merangkulku, bahkan jika diperhatikan di foto dapat terlihat tangannya yang merangkulku.. 3 kali bergaya, dan dia 3 kali pula berganti gaya..

Setelah berfoto aku masih ingat tangannya sempat menyentuh rambutku, bukan kepe-dean ku tapi aku ingat betul dia membelai rambutku yang ku balas omelan kecil karena rambutku jadi berantakan..

Seketika dia pergi entah ada urusan apa, saat itu aku masih takjub karna dia mau diajak foto dan aku masih terlalu senang karna akhirnya kami berfoto..

Hari berganti, aku mengunggah foto itu ke media sosial. Entah mengapa aku masih merasa ini rekor baruku dengan dia.. bahkan ketika sudah di unggah, aku masih memandangi foto itu dan merasakan suasana di foto itu..

Namun saat ini dia kembali hilang dan tak ada kabar, dia ada namun aku yang tak tau dia dimana… Semoga dia baik-baik saja sampai kita bertemu kembali..

The Shadow

Pernahkah kamu merasa seperti bayangan ? Tak diperhatikan, tak dianggap, tak diperhitungkan padahal setiap waktu kamu selalu ada di sekitar mereka. Apa yang kamu katakan tak di terima, tak di sanggah, tak di kritik, tak diminta pendapatnya, tak dilibatkan bahkan di dengar saja tidak. Kamu ada tapi tak ada. Kamu juga bukan tak pernah melakukan apa-apa, kamu sering membantu dan bantuanmu diterima tapi setelah itu kamu kembali dilupakan. Sesekali pernah ketika aku datang dan tak ada yang merespon kedatanganku begitu pula ketika aku pergi, seperti bayangan atau roh yang tak terlihat kasat mata. Intinya adalah kamu tak dianggap keberadaannya

Ya aku terbiasa dengan itu, aku membantu, bantuanku diterima lalu dilupakan. Ketika aku kesusahan tak ada yang dapat membantuku, aku berusaha sendiri keluar dari kesusahanku. Kadang aku menghibur diriku bahwa hal ini adalah proses untuk menjadikanku pribadi mandiri dan kuat. Aku tak perlu bantuan orang lain, aku bisa melakukannya sendiri, aku mampu melakukannya. Sampai saat ini aku cukup kuat bertahan mungkin karena aku terbiasa dengan hal-hal semacam ini. Kadang aku merasa sedih jika memikirkan kembali keadaanku, sungguh menyedihkan menurutku.

Aku terus mencari penghiburan dan suatu kali aku mendapat renungan pagi dimana disana tertulis di judul “Kamu bukan terkubur melainkan tertanam”. Semua tulisan di renungan ini menguatkanku bahwa apa yang mungkin dirasa menyedihkan hari ini jangan berputus asa, karna Tuhan masih belum selesai akan pekerjaan-Nya. ada pula tertulis “Hal-hal buruk yang kalian hadapi masih dapat Tuhan gunakan untuk apa yang baik; dan justru, hal-hal buruk yang kalian hadapi saat ini, mungkin saja sebenarnya mengandung berkat yang tersembunyi. ” Renungan ini terus aku ingat dan terus memberikanku kekuatan ketika aku merasa hidupku menyedihkan.

KRS

Jadi kegiatan perkuliahan akan dimulai sekitar sebulan lagi. Hari ini Kamis, 12 April 2018 adalah ‘hari penentuan hidup dan mati’ –istilah anak kampus sini– untuk semester yang akan dijalaninya ketika mulai masuk, kami menyebutnya KRS. Entah singkatan dari apa, intinya adalah merencanakan jadwal-jadwal kelas dengan memilih waktu, dosen yang sesuai dengan keinginan kita. Memilih mata kuliah apa, jam berapa, dan siapa dosennya, yaa itu semua dilakukan hari ini. Penentuan apakah semester ini akan berjalan lancar atau harus kerja keras.

Cuma 1 hari, tapi pusingnya bisa mencapai 1 bulan. Memastikan apakah mata kuliah yang mau diambil tidak bentrok satu sama lain. Memilih dosen yang baik dan waktu yang pas agar tidak bentrok antara mata kuliah. Perencanaan ini biasanya dilakukan berkelompok bersama dengan teman-teman sepermainan agar tidak menjadi ‘solo fighter’ di kelas.

Untuk persiapan hari ini saja, saya sendiri sudah tidak bisa tidur nyenyak dari beberapa minggu lalu. Takut tidak mendapat dosen baik, takut ketika saya klik “enroll” banyak kelas yang ditolak atau tutup, takut terpisah dengan teman-teman, takut menjadi ‘solo fighter’ dan banyak ketakutan yang ada di bayangan saya.

Multiperson chat sudah mulai ramai tentang pembicaraan mau ambil mata kuliah apa, pilih dosen siapa, dan kapan waktunya. Menyamakan rencana dari 3 minggu lalu dan tiap minggu berubah, karena nama dosen ternyata berubah, waktunya berubah dan rencana-rencana baru bermunculan. Plan A, Plan B direncanakan hingga strategi-strategi agar kami tidak mendapat dosen ‘jahat’.

Semalam, beberapa jam menuju waktunya tiba saya semakin takut. Bayangan bagaimana jika kelas tiba-tiba tutup semua, bagaimana jika sinyal internetnya lemah, bagaimana jika terpisah dengan teman-teman, dan bagaimana-bagaimana lainnya. Rencana jadwal sudah matang, tapi ketakutan-ketakutan itu muncul nyata. Berkali-kali berdoa dalam hati, coba dengarkan lagu rohani, menghayati setiap lirik dalam lagu itu dan berusaha tetap percaya pada Tuhan. Hingga ibadah doa saya datang dan berdoa, air mata bahkan sampai mengalir keluar karna ketakutan saya yang sangat parah. Saya hanya bilang kiranya Tuhan mau mengabulkan doa saya untuk melancarkan KRS saya, kiranya semua rencana boleh tercapai. Sampai pada waktunya tidur, saya berdoa agar bisa tidur nyenyak tapi kenyataan tak begitu. Mata saya tak mau terlelap hingga pukul 2 pagi, saya hanya terus berganti-ganti posisi hingga alergi debu saya kambuh. Pukul 2 saya keluar kamar mengambil tissue dan mengangkat bantal yang rasanya terlalu tinggi. Mungkin baru pukul 2.30 pagi saya bisa terlelap. Sekitar pukul 4.40 saya sudah dibangunkan untuk bersiap-siap ke kampus. Ya saya akan melakukan KRS di kampus karena saya kurang percaya sinyal di rumah kuat.

06.30 saya sampai di kampus, saya persiapkan laptop, mencoba free call dengan teman saya, dan memeriksa kekuatan dan kecepatan jaringannya.

07.15 saya mulai mengakses website KRS dan menghubungi teman-teman.

07.20 pembicaraan di telpon semakin runyam karena kami semua gugup.

07.29 saya mulai meng-klik menu “enrol” berkali-kali dan hingga pada 07.30 semua terproses dan rasanya hanya sekejap ……

Semua kekhawatiran, semua kelelahan, semua ketakutan lenyap. Saya memeriksa jadwal yang sudah terproses dan semuanya berhasil. Sungguh melegakan, dan bisa bernafas lega.

Bahagia itu sederhana, KRS lancar = bahagia.

This is Me

Mungkin beberapa prang bepikir mengapa aku selalu diam.. Mengapa aku tak banyak bicara.. Mengapa aku tak mulai percakapan duluan… Mengapa aku sombong.. Mengapa aku tak menyapa.. Mengapa aku lebih suka sendirian..

Mungkin banyak yang berpikir demikian.. Aku cenderung diam dan membiarkan suatu hal berlalu begitu saja padahal sesuatu itu ada di depan mataku. Mungkin juga kalian sering melihat aku pergi dari keramaian dan memilih tempat lain, atau aku hanya mengintip lalu pergi.. Ya itulah aku…

Sebelum dilakukan tes MBTI aku sadar kalau aku adalah anak introvert yang susah terbuka dengan orang lain, susah bicara di depan umum, tidak suka keramaian, aku suka ketenangan, suka sendiri.. Suatu hari aku mendapat hasil dari tes MBTI yang aku ikuti tanpa sadar. Disana dijelaskan bahwa aku adalah kategori ISFJ, kategori ini sudah diawali dengan I yaitu Introvert, lalu S – Sensing, F – Feeling, J – Judgement.

Singkatnya aku suka sendiri karena ditengah keramaian energi ku habis. Justru di dalam ketenangan aku mengisi energi ku kembali, aku merasa damai dan semangat. Aku juga cenderung menggunakan perasaan saat memutuskan sesuatu, aku memikirkan banyak orang, aku memikirkan “bagaimana orang lain jika aku ….. ” sampai kadang aku tak memikirkan diriku sendiri. Aku cenderung memprioritaskan kepentingan orang lain. Aku juga orang yang terjadwal, tak bisa asal jalan, tak bisa asal pergi, aku merasa semua harus direncanakan lebih dulu.

Kini aku sudah mulai berubah dari sisi pengambilan keputusan dan perencanaan. Aku mulai memikirkan diriku sendiri karna aku menyadari banyak kesempatan yang hilang yang seharusnya bisa aku dapat. Aku juga mulai belajar tidak membatasi diriku dengan harus terjadwal, aku mulai membiasakan diriku dengan hal-hal mendadak. Namun tetap saja energi yang ku dapat adalah di tempat tenang. Aku kurang suka keramaian, meski kini aku berusaha berbaur di keramaian tapi ada kalanya aku diam saja bahkan ditengah keramaian.

Yang kadang aku sedihkan adalah karna aku sering tak mampu memulai pembicaraan, tak bisa berbaur dengan baik, bukan pemecah suasana awkward kadang aku dianggap rendah. Aku sering berpikir “aku tak diperhitungkan dalam kelompok ini, hanya kaum yang ekstrovert yang bisa bergabung”.

Terkadang rasa kehilangan menimbulkan kekecewaan dan kekecewaan menimbulkan sakit hati yang dalam sehingga sulit untuk mengingat kembali kenangan indah yang pernah ada

Tidakkah Kalian ?

Tidakkah kalian merasa rindu
Tidakkah kalian menginginkan hal-hal seperti dahulu
Berkumpul bercanda bersama kami
Tidakkah hati kalian ingin kembali
Bergabung bersama kami
Setitik rasa rindu ingin kembali ke masa awal yang hanya diisi dengan tawa
Kehebohan yang kita buat
Kerusuhan yang kita buat
Tidakkah kalian menginginkannya lagi
Apakah sama sekali hal itu mustahil terjadi ?
Aku tak menyangkal diriku
Masa ini aku sedang merindukan kalian
Aku rindu dan selalu rindu
Aku tak pernah sekalipun menutup pintu untuk kembali
Setiap acara membuat ku teringat kehadiran kalian di masa lalu
Selalu ku katakan dalam hati ‘andai kalian ada disini’
Aku tak ingin hubungan seperti ini
Berjauhan dan sulit bertemu
Aku tak bisa melihat kalian dengan mata kepalaku
Aku rindu canda kalian yang kadang dangkal namun menggelitik
Hanya dengan tertawa bersama aku bahagia
Tak ingin kah kalian ?
Ku berharap kalian baik-baik saja
Ku berharap kalian tak melupakan kami
Ku berharap kita kembali seperti dulu