Yang Terlewatkan

Waktu membiarkanku untuk dekat dengannya
Waktu memberikan kesempatan itu untukku
Laki-laki itu pun mempersilahkanku
Ia tak risih sedikit pun

Aku ingin mengambil kesempatan itu
Kesempatan yang mungkin tak terulang
Namun pikiranku berkata aku harus menghilang
Aku harus pergi

Lain kisah dengan hatiku
Ia ingin mengambil kesempatan itu
Ia berteriak ingin dekat dengannya
Bahkan saat jiwaku sudah bisa menenangkannya,
Hatiku masih berteriak menyesalinya
Mengapa aku tak mengambilnya

Mungkin kini hatiku menangis
Banyak kesempatan yang dibuang
Banyak momen yang harusnya bisa di dapatkan
Namun aku tak memanfaatkannya

Satu hal
Aku hanya ingin pergi darinya
Membayanginya tak selamanya membuatku bahagia
Aku sering bahagia karnanya
Tapi aku juga sering sakit karnanya
Hatiku dan pikiranku
Masih berbeda pendapat
Aku bagaikan embun di daun talas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s